Somandeng, Menjemput Debur Ombak Samudera

somandeng-3

Somandeng? Tempat apa itu? Pertanyaan itu langsung memenuhi kepala saat seorang teman mengajak untuk berlibur ke sana. Buat saya pribadi nama itu masih terasa asing. Tapi karena kelihaian teman dalam menjelaskan dan membujuk, muncul juga rasa penasaran akan tempat itu. Karena waktu itu kami sekeluarga sedang berlibur ke Yogyakarta, jadi tidak ada salahnya mencoba berkunjung ke Somandeng tersebut.

Ok, setelah waktu yang ditentukan tiba, kamipun bergegas dengan mengendarai mobil ke arah luar kota Yogyakarta, tepatnya menuju daerah Wonosari, Gunung Kidul. “Mas, Somandeng itu nama pantai. Pokoknya rugi kalau ke Jogja ndak liburan ke pantai ini. Lha wong pasirnya putih, lembut terus airnya itu jernih banget!”, celoteh teman kami mencoba memberi gambaran tentang pantai ini selama dalam perjalanan. Tentu saja rasa penasaran semakin memuncak, karena jujur saja kami sudah berkeliling ke spot-spot wisata yang ada di Kota Gudeg ini. Diantaranya, Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, Malioboro, naik odong-odong di Alun-alun, Benteng Vredeburg hingga menyusuri kenikmatan kuliner di kota ini. Tentu kami ingin menikmati suasana yang berbeda. Pantai, hmmm..cocok!

somandeng-6

Kami begitu menikmati perjalanan menuju pantai Somandeng ini. Menariknya, begitu keluar dari kota Yogyakarta yang sudah mulai padat, kami menjumpai jalan lebar dan mulus yang semakin lama semakin menanjak dan berkelok-kelok. Hijaunya pepohonan, segarnya udara menjadikan perjalanan kami semakin mengasyikkan. Semakin mendekati wilayah Wonosari, kami sering menjumpai kebun pohon jati yang berderet di kanan kiri jalan raya. Melihat deretan pohon jati ini, saya jadi teringat teman kantor saya di Jakarta yang ber-investasi dengan menanam pohon jati di daerah Wonosari ini. Karena pemandangan yang hijau segar menyejukkan mata, tanpa terasa perjalanan kami telah sampai di pantai Somendang. Sekitar dua jam lamanya kami mengendarai mobil dari pusat kota Yogyakarta.

somandeng-2

Memang tidak salah celoteh teman kami sepanjang perjalanan tadi tentang keindahan pantai ini. Begitu mobil di parkir, kami menjumpai pemandangan yang begitu eksotis. Pantai yang terletak di daerah Kecamatan Tepus, Gunung Kidul ini seolah menyambut kedatangan kami dengan hamparan pasir putihnya. Di sepanjang pinggir pantai banyak tumbuh pohon cemara dan pandan yang membuat pantai ini terhindar dari sengatan matahari. Juga banyaknya gazebo yang dapat disewa membuat pantai ini menjadi tempat yang nyaman. Nah, sebelah kanan dari pantai Somandeng ini terhampar luas pantai Sundak. Sementara di sebelah kirinya adalah pantai Indrayanti yang hanya dibatasi tebing karang yang cukup tinggi.

somandeng-4

Karena waktu itu di pantai Somandeng tidak cukup ramai pengunjung, kamipun beranjak ke pantai di dekatnya yaitu pantai Indrayanti. Hanya lima menit berjalan kaki, birunya air laut terpadu indah dengan putihnya pasir pantai seolah menyapa. Wah, tak disangka ada pemandangan yang begitu indah di daerah terpencil ini. Rasa lelah selama perjalanan seakan terbayar lunas! Di sini kita bisa bercengkerama dengan kelembutan pasir, bermain air atau sekedar bermalas-malasan di bawah tenda bulat yang dapat disewa. Cukup lengkap sarana yang ada di pantai ini. Deretan gazebo dari sebuah kafe rasanya nyaman menjadi tempat untuk menikmati makanan sambil melihat deburan ombak laut selatan. Nah, jika ingin berlibur utuk beberapa hari, jangan kuatir karena di sini terdapat penginapan. Di sini juga terdapat penyewaan jet ski. Karena keindahan alamnya, sering juga di pantai ini dijadikan lokasi pemotretan pre wedding pasangan yang akan menikah. Wah, romantis juga ya! Bagi saya pribadi, pemandangan yang menarik adalah batu-batu karang yang menjulang di sisi kanan pantai Indrayanti ini. Kita bisa berjalan di antara batu tersebut sambil sesekali terkena hempasan ombak.

somandeng-5

Lelah menyusur pantai, kamipun beristirahat sejenak di tepian sambil menikmati sebutir kelapa muda yang segar pelepas dahaga. Dan sebagai pengganjal perut kami memesan pancake yang bertabur coklat dan keju. Dengan habisnya pancake, berakhir pula liburan kami ke pantai nan eksotis ini. Rasanya tidak sia-sia perjalanan kami dari Yogyakarta untuk menjemput debur ombak samudera….karena nyatanya memang menjadi kenangan indah tuk di bawa pulang. (Teks & Foto : Ristiyono)

 

 

 

Share This:




Leave a Reply

Your email address will not be published.