Merajut Kenangan di Gili Trawangan

4

Tepat pukul 09.40 pagi pesawat Wings Air dengan nomer penerbangan IW 1852 membelai landasan dengan mulus setelah terbang selama 30 menit dari Denpasar Bali. Ya, kali ini Pulau Lombok menjadi tujuan berlibur setelah beberapa hari menikmati eksotika Bali. Begitu turun dari pesawat jenis propeller ini, nampak  gedung bandara yang unik dan modern. Inilah Bandara Internasional Lombok Praya yang indah dan cukup nyaman. Ada yang menarik di bandara ini, tiap hari banyak warga lokal yang datang bersama keluarga sambil bawa bekal duduk-duduk di area bandara. Ceritanya ya mereka itu piknik di sini. Wah!

Setelah urusan bagasi selesai, begitu keluar di pintu kedatangan nampak seorang pria setengah baya membawa selembar kertas bertuliskan nama. Ya, itu namaku! Semua akomodasi memang sudah kami pesan jauh hari sebelumnya, agar liburan kali ini tidak terkendala. “Okay,  pak kita langsung ke Gili aja ya!,” pintaku sambil berkenalan dengan pria tadi. Selama perjalanan dari bandara menuju pelabuhan Bangsal tempat dimana kami akan menyeberang ke Gili Trawangan rasa penasaran begitu kuat mengitari kepala ini. Maklum saja, kami belum pernah ke sini. Pemandangan indah memanjakan mata di kanan kiri jalan yang kami lalui. Apalagi perjalanan setelah Pantai Senggigi, wah benar-benar luar biasa! Jalan berkelok dengan sisi tebing langsung laut membuat perjalanan semakin asyik.

8

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya kami tiba di pelabuhan Bangsal.  Ya, sebuah pelabuhan rakyat yang tidak begitu besar namun cukup ramai. Beberapa perahu motor berjajar rapi menunggu giliran membawa penumpang menuju Gili Trawangan. Oya, sebenarnya ada tiga gili, yaitu Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan. Dari ketiga gili ini yang menjadi primadonanya adalah Gili Trawangan. Selain terbesar jika dilihat dari luasnya pulau, Gili Trawangan juga paling lengkap fasilitasnya dibanding Gili Meno dan Gili Air. Hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke Gili Trawangan menyeberang dengan perahu motor. Ya tentu saja jika kondisi cuaca lagi bersahabat sehingga ombak cukup tenang. Tapi jika ombak agak besar waktu tempuhnya jadi sekitar 45 menit. Dalam perjalanan ini kembali rasa penasaran akan pesona gili ini bergelayut. Maklum saja, namanya juga  belum pernah menjejakkan kaki di sini dan semua informasi di dapat dari internet serta cerita pengalaman teman. Jadi ya wajar jika rasa penasaran itu begitu kuat. Dari kejauhan Gili Trawangan sudah terlihat dan semakin dekat hingga akhirnya kami tiba di pantainya. Begitu sampai di Gili Trawangan ini, rupanya semua informasi yang kami peroleh baik dari internet maupun cerita teman yang mengatakan bahwa pulau kecil ini indah, itu salah besar! Ternyata pulau ini sangat indah!

2

Pantai dengan air yang begitu jernih berpadu indah hamparan pasir putih yang lembut menyapa kedatangan kami siang itu. Benar-benar sempurna! Rasa lelah selama perjalanan tadi terbayar dengan keindahan yang membentang di depan mata. Meski dinyatakan sebagai pulau terbesar dari kedua pulau lainnya, Gili Trawangan hanya memiliki luas 6 km2 dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Dalam bahasa Sasak, suku asli Pulau Lombok gili berarti pulau kecil. Jadi hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk mengelilingi pulau ini. Nah, di pulau ini jangan coba-coba cari kendaraan bermotor. Tidak ada! Yang ada hanya sepeda dan cidomo, yaitu kereta yang ditarik kuda atau didaerah lain dikenal dengan nama delman. Ini menarik dan menjadikan pulau ini tetap indah bersih tanpa adanya polusi.

7

Meski di Gili Trawangan ini banyak villa dan resor tapi ada baiknya booking kamar jauh hari sebelumnya. Apalagi jika jadwal liburan kita bertepatan dengan musim libur panjang, wah bisa repot nanti. Nah, setelah check in di sebuah resor kami mencari penyewaan sepeda. Lebih enak berkeliling menikmati pesona gili ini dengan mengayuh sepeda. Sepanjang pantai, terutama di bagian timur gili ini paling ramai dikunjungi wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara. Ya, sebagian besar yang berkunjung ke sini adalah wisatawan asing. Mereka bisa tinggal cukup lama dibanding wisatawan domestik. Namanya juga terkenal dengan wisata bahari, sudah tentu aktivitas liburan disini antara lain berenang, snorkeling, diving dan berjemur dibawah terik mentari. Kalau aktivitas berjemur biasanya tidak disukai oleh wisatawan domestik, termasuk saya pribadi. Maklum kulit sudah gelap! Banyak spot snorkeling maupun diving tersebar di sekitar Gili Trawangan. Kita bisa menikmati keindahan alam bawah laut dengan terumbu karang dan berbagai macam biota laut yang unik dan bermacam jenis serta warna. Ada beberapa dive center di gili ini yang siap dengan instruktur berpengalaman serta peralatan selam yang bisa kita sewa.

12

Pagi hingga sore kita dapat menikmati pantai dengan segala pesonanya. Lalu menjelang malam? Jangan khawatir, soalnya begitu malam tiba suasana di Gili Trawangan ini meriah dengan berbagai macam hiburan malam. Kita dapat ke Central atau disebut juga pasar seni Gili Trawangan. Di sini deretan bar dan hingar-bingar musik seakan menyulap suasana menjadi sangat meriah. Karena tidak begitu suka dengan musik yang hingar-bingar kami lebih memilih menghabiskan waktu malam itu dengan menikmati makan malam di salah satu kafe yang berada tidak jauh dari situ. Menikmati lezatnya seafood dibawah temaram lampu di tepi pantai sambil sesekali alunan debur ombak menyelinap diantara obrolan kami membuat suasana benar-benar menggairahkan. Tak terasa malam makin larut, kamipun kembali ke resor untuk beristirahat. Tidur dalam dekapan keheningan malam dan larut dalam rajutan kenangan di Gili Trawangan.  (Teks & Foto: Ristiyono)

Share This:




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *