Kota Tanjungpinang berada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menyambangi kota ini, tidak lengkap rasanya jika belum mengunjungi Pulau Penyengat. Pulau seluas sekitar 2×1 km persegi ini memiliki banyak peninggalan benda cagar budaya bertalian erat dengan perjalanan sejarah Kerajaan Riau. Salah satunya Masjid Sultan Riau yang dikenal pula dengan Masjid Penyengat.

Pompong (perahu tradisional) menyeberangkan saya dari Tanjungpinang menuju Pulau Penyengat. Masjid Sultan Riau berwarna kuning sudah terlihat dari jauh. Didirikan sekitar 1761—1812, awalnya masjid ini hanya berupa bangunan sederhana berlantai batu, berdinding kayu, dan dilengkapi menara setinggi 6 meter. Baru pada pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman pada 1832, bangunan masjid diperbesar.

MASJID PUTIH TELUR

Masjid peninggalan Sultan Mahmud dibangun mulai 1803 dan rampung pada 1844. Hingga kini Masjid Sultan Riau ini masih berdiri megah. Penuturan masyarakat lokal, masjid ini dibangun dengan putih telur sebagai perekat material bangunannya.

Disebutkan, kala itu masjid dibangun secara swadaya yang melibatkan seluruh penduduk Pulau Penyengat hingga Kepri. Banyak sumbangan bahan material dan makanan. Salah satu yang terbanyak disumbangkan adalah telur, sehingga orang-orang yang bekerja bosan menyantapnya setiap hari. Mereka pun memilih hanya menyantap kuning telur.

Kondisi tersebut mengilhami arsitek memanfaatkan putih telur yang tersia-siakan. Putih telur lantas dicampurkan dalam material bangunan lainnya seperti pasir, kapur, dan tanah liat. Ternyata, putih telur menjadi perekat yang sangat kuat, sehingga masjid yang memiliki 13 kubah berbentuk seperti bawang itu tetap berdiri kokoh hingga kini. Julukan ‘’Masjid Putih Telur’’ pun tersemat.

Sementara, pemakaian cat kuning yang membungkus hampir seluruh bagian luar dan dalam masjid juga bukan tanpa pertimbangan. Kuning merupakan warna kebesaran Bangsa Melayu. Aksen hijau ditambahkan untuk menambah nilai estetika. Saat mengelilingi Pulau Penyengat, saya melihat semua bangunan bersejarah juga berwarna kuning dengan aksen hijau.

Saat memasuki ruangan utama masjid, terdapat sebuah mushaf Al Qur’an berukuran cukup besar dalam kaca. Inilah mushaf Al Qur’an tulisan tangan Abdurrahman Stambul, putra Riau asli Pulau Penyengat yang diutus sultan untuk belajar di Turki pada 1867.

Juga terdapat mushaf Al Qur’an tulisan tangan lain yang berusia lebih tua ketimbang umur bangunan masjid. Mushaf Al Qur’an yang ditulis Abdullah Al Bugisi pada 1752 ini tersimpan bersama sekitar 300 kitab lain, tetapi tidak diperlihatkan kepada pengunjung.

Mimbar masjid terbuat dari kayu jati yang dipesan khusus dari Jepara, Jawa Tengah. Di sampingnya terdapat piring berisi pasir tanah Makkah al-Mukarramah serta benda-benda lain dari tanah Arab yang dibawa Raja Ahmad Engku Haji Tua, bangsawan pertama Riau-Lingga yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah pada 1820. Lampu kristal yang menggantung indah dalam masjid merupakan hadiah dari Kerajaan Prusia (Jerman) pada 1860-an.

Pada bagian kiri dan kanan halaman depan masjid terdapat dua bangunan rumah sotoh serta dua balai tempat pertemuan. Balai dipakai sebagai tempat untuk menunggu waktu shalat tiba, terkadang juga untuk istirahat dan berkesenian. Sementara, rumah sotoh dulu dimanfaatkan sebagai tempat belajar, khususnya ilmu agama.

Di samping masjid terdapat menara yang, salah satunya, dipakai muadzin untuk mengumandangkan adzan. Pada bagian belakang terdapat makam dan tempat wudhu di kiri-kanan.

GEDUNG MESIU

Saya menggunakan jasa becak (yang digerakkan motor) untuk mengelilingi Pulau Penyengat. Gedung Mesiu menjadi persinggahan pertama. Bangunannya berwarna kuning khas Melayu, dikelilingi pepohonan rindang. Seluruh bagian gedung bersejarah ini terbuat dari beton berdinding kokoh dan tebal, dilengkapi jeruji besi.

Saat perang, gedung yang didirikan pada masa kejayaan Kerajaan Riau ini dipakai untuk menyimpan bubuk mesiu. Awalnya, terdapat empat gedung serupa. Letaknya berdekatan untuk mempermudah prajurit saat berperang. Kini hanya tersisa satu gedung mesiu.

KOMPLEKS MAKAM

Tidak jauh dari Gedung Mesiu, terdapat kompleks makam Yang Dipertuan Muda Riau VII Raja Abdurrahman. Menuju pintu gerbangnya saya harus berjalan kaki meniti beberapa anak tangga.

Pada kompleks makam yang dikelilingi pagar tembok berhias berbagai ukiran itu terdapat sekitar 50 makam. Makam raja berada di depan pintu gerbang. Bentuk batu nisan makam-makam tersebut menggambarkan jenis kelamin yang dimakamkan; bulat untuk laki-laki dan pipih bagi perempuan.

Terdapat satu lagi kompleks makam bersejarah di Pulau Penyengat, yaitu Kompleks Makam Raja Hamidah (Engku Puteri), Permaisuri Sultan Mahmud Shah III Riau-Lingga (1760—1812). Bentuk makam Engku Putri unik, dibangun dari batu bata menyerupai masjid dengan atap bertingkat.

Dikenal gigih menentang penjajahan Belanda, Engku Putri juga merupakan tangan kanan Yang Dipertuan Muda VI Raja Jaafar. Pulau Penyengat bahkan dinyatakan sebagai mahar Sultan Mahmud Syah III kepada Engku Putri.

Dalam kompleks makam ini ini juga terdapat makam para pembesar Kerajaan Riau, di antaranya Raja Haji Abdullah dan Raja Ali Haji. Di depan makam terdapat Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.

ISTANA KANTOR

Selanjutnya, becak membawa saya menuju Istana Kantor. Pada masa lalu angunan ini merupakan istana milik Raja Ali (1844—1857) dengan luas mencapai 1 hektare. Kerap disebut Marhum Kantor, sebagian bangunan istana ini telah hancur. Namun, bangunan utama dua tingkat, juga difungsikan sebagai kantor, masih berdiri kokoh. Pintu gerbang dan pagar tembok yang mengelilingi, serta menara pengintai juga masih berdiri.

BALAI ADAT

Tempat terakhir yang saya sambangi adalah bangunan kaya budaya bernama Balai Adat Indera Perkasa. Masyarakat setempat memanfaatkannya sebagai gedung serbaguna serta untuk kegiatan daerah. Menghadap laut, gedung ini juga dilengkapi dermaga yang menjorok ke lautan.

Balai Adat Indera Perkasa memiliki Balai Utama berukuran cukup besar, dilengkapi lima buah balai kecil yang mengelilinginya. Deretan puisi Gurindam Dua Belas menyambut saat melewati pintu depan.

Pada bagian dalam terdapat ruangan bergaya Melayu yang didesain khusus untuk acara pernikahan. Foto-foto sultan terpajang pada dinding atas gedung. Pada bagian bawah, terdapat mata air alami pemberi kesegaran di tengah terik matahari. Di sini saya menutup perjalanan di Pulau Penyengat sebelum kembali ke Kota Tanjungpinang.

Comments (53)

  1. instagram takipçi satın al
    Posted on February 9, 2021
  2. woocommerce kargo entegrasyonu
    Posted on February 9, 2021
  3. altyazili
    Posted on February 10, 2021
  4. anime
    Posted on February 10, 2021
  5. watch
    Posted on February 10, 2021
  6. orosbu numarası
    Posted on February 10, 2021
  7. watch
    Posted on February 10, 2021
  8. yabanci
    Posted on February 10, 2021
  9. 720p
    Posted on February 10, 2021
  10. torrent
    Posted on February 10, 2021
  11. eryaman diş
    Posted on February 10, 2021
  12. dizi
    Posted on February 10, 2021
  13. bedava
    Posted on February 11, 2021
  14. eryaman diş
    Posted on February 11, 2021
  15. eryaman diş
    Posted on February 11, 2021
  16. eryaman diş
    Posted on February 11, 2021
  17. eryaman diş
    Posted on February 12, 2021
  18. Kıbrıs Web Tasarım
    Posted on February 13, 2021
  19. Eryaman Diş Hastanesi
    Posted on February 13, 2021
  20. Ostim Etiket
    Posted on February 13, 2021
  21. Ostim Etiket
    Posted on February 13, 2021
  22. erotik
    Posted on February 13, 2021
  23. 720p
    Posted on February 13, 2021
  24. turkce
    Posted on February 13, 2021
  25. Ankara Çankaya oto çekici
    Posted on February 13, 2021
  26. Çankaya oto çekici
    Posted on February 14, 2021
  27. ev hanımlarına iş imkanı
    Posted on February 14, 2021
  28. takipçi satın al
    Posted on February 14, 2021
  29. takipçi satın al
    Posted on February 14, 2021
  30. btcturk güvenilir mi
    Posted on February 15, 2021
  31. beğeni satın al
    Posted on February 15, 2021
  32. thodex güvenilir mi
    Posted on February 15, 2021
  33. turkce
    Posted on February 16, 2021
  34. turkce
    Posted on February 16, 2021
  35. erotik
    Posted on February 16, 2021
  36. Akrilik Cami Halısı
    Posted on February 16, 2021
  37. Saflı Cami Halısı
    Posted on February 16, 2021
  38. Seccadeli Cami Halısı
    Posted on February 16, 2021
  39. Yün Cami Halısı
    Posted on February 17, 2021
  40. bitcoin hesabı açma
    Posted on February 17, 2021
  41. erotik
    Posted on February 17, 2021
  42. instagram takipçi satın al
    Posted on February 18, 2021
  43. tiktok takipçi satın al
    Posted on February 18, 2021
  44. ucuz takipçi satın al
    Posted on February 19, 2021
  45. bitcoin hesabı açma
    Posted on February 19, 2021
  46. kripto para satın al
    Posted on February 20, 2021
  47. bitexen güvenilir mi
    Posted on February 20, 2021
  48. güvenilir bahis siteleri
    Posted on February 21, 2021
  49. marsbahis giriş
    Posted on February 21, 2021
  50. binance komisyon oranları
    Posted on February 22, 2021
  51. btcturk komisyon oranları
    Posted on February 22, 2021
  52. clubhouse davetiye
    Posted on February 23, 2021
  53. takipçi satın al
    Posted on February 23, 2021

Give a Comment