Wisatawan menikmati kesejukan air Curug Cijalu

Gemuruh air terdengar dari kejauhan, sesekali ditingkahi desau angin menyelusup di antara pepohonan pinus nan rindang. Sejuk membelai setiap insan yang datang bertandang terpukau rayu Curug Cijalu.

Bagi sebagian orang, mengisi liburan dengan kegiatan di alam tentu memberi kesan yang sangat menyenangkan. Selain mengenalkan kekayaan alam negeri ini kepada anak-anak kita, juga turut mengedukasi mereka akan pentingnya melestarikan alam yang telah memberi banyak manfaat pada kehidupan manusia. Ini pula yang membuat kami bergegas untuk memulai petualangan dengan harapan menemukan pengalaman yang bukan hanya baru tapi juga seru.

Pagi-pagi kami sudah meluncur menciumi mulusnya aspal jalan Tol Jakarta-Cikampek menuju Kota Subang. Ya, petualangan kali ini kami ingin menikmati sejuknya Air Terjun Cijalu, atau dikenal juga Curug Cijalu. Curug ini berada di kawasan wana wisata yang secara administratif masuk ke wilayah Desa Cipancar, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kalau dari tempat kami, Kota Bekasi, Curug Cijalu dapat ditempuh sekira 2,5 jam perjalanan dengan mobil.

Jalanan mulai menantang ketika kami keluar Tol arah Purwakarta, dari sini sekira 40km lagi untuk sampai ke tujuan. Menembus pusat kota Purwakarta, kearah selatan dengan jalanan mulai menanjak dan berkelok. Nah, tidak beberapa lama, tepatnya saat menyusuri Jalan Raya Wanayasa – Jalan Cagak kami menjumpai gerbang Kawasan Wisata Cijalu di daerah Serang Panjang. Dari gerbang ini kami menikmati jalanan desa yang sangat asri.

Ini yang menarik, perjalanan dari gerbang hingga Curug Cijalu jalanan menanjak dan berkelok. Di kiri kanan jalan kami melihat deretan rumah penduduk sekaligus ladang pertanian. Nah, pada satu bagian seolah mendapat bonus pemandangan yaitu kami melewati kebun teh yang cukup luas sebelum sampai di parkiran Curug Cijalu.  Udara yang sejuk cenderung dingin mengikuti kami selama perjalanan. Indah!

Jalanan berbatu yang disusun rapi dan curug lebih kecil sebelum sampai Curug Cijalu

Gerbang masuk Curug Cijalu yang menyatu dengan area parker terbilang sederhana. Di parkiran beberapa warung menjajakan kopi dan camilan lainnya, termasuk juga mie instan yang siap membebaskan rasa lapar setelah perjalanan cukup jauh dari Kota Bekasi sebelum mulai berjalan kaki menuju curug.

Jalanan menanjak dan berbatu menjadi teman sepanjang perjalanan dari tempat parkir. Menyusuri jalanan di antara pepohonan pinus yang begitu rindang dan kicau burung seolah menyemangati kami untuk segera sampai di tujuan. Tidak berapa lama, kami menemukan curug yang tidak begitu tinggi di sebelah kiri jalan.  “Lah, cuma segini curugnya?” seru saya seolah tak percaya dan sedikit kecewa. “Bukan pak, curug utamanya di depan sana!”, seru salah satu pengunjung mencoba meyakinkan saya. “Oh, baiklah, terima kasih informasinya!” balas saya sambil mengajak istri dan anak-anak saya berfoto dulu di curug kecil ini sebelum melanjutkan perjalanan ke curug utamanya.

Ternyata, curug utama di kawasan wisata ini tidak begitu jauh dari curug pertama yang kami jumpai tadi. Deburan air sudah terdengar dari kejauhan dan sesaat kemudian nampak di depan kami menjulang tinggi Curug Cijalu memuntahkan air dengan derasnya. Curug Cijalu ini memiliki ketinggian sekira 75 meter dan berada di ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut.

Penjaja oleh-oleh dan suvenir berjajar rapi di pinggir jalan

Rasa lelah selama perjalanan terbayar lunas kala menyaksikan salah satu pesona alam ini. Tak perlu berlama-lama, kami pun langsung menuju dasar air terjun untuk menceburkan diri di air yang begitu segar. Kami terlena dengan kesejukan air dan terus bercengkerama dengan keluarga dan pengunjung lainnya. Hingga kami sadar bahwa tubuh ini mulai menggigil kedinginan.

Setelah puas menikmati kesegaran air curug ini, kami mengeringkan diri dan berganti baju di tempat yang tersedia. Setelah ganti baju, kami memutuskan untuk menyudahi petualangan di curug ini. Bagi yang ingin pulang membawa souvenir, jangan khawatir karena banyak penjual yang membuka lapak di kawasan ini menawarkan berbagai macam barang. Nah, kalau mau lebih merasakan serunya petualangan kita bisa bermalam dengan kamping di kawasan ini. Tapi kami sekeluarga memilih untuk bermalam di Cijalu Resort yang berada dekat kebun teh tidak jauh dari curug. Sebuah resort yang begitu asri menjadi tempat menginap tepat, karena besok paginya kami ingin kembali menikmati Curug Cijalu sebelum kami pulang. Curug Cijalu memang selalu merayu.  

Comments (3)

  1. alva
    Posted on October 2, 2020
  2. Rimba
    Posted on October 2, 2020
  3. Debora
    Posted on October 7, 2020

Give a Comment